Arsip Kategori: Berita

Komunitas Taman Hijau Ceria Bagian 2



Berani Berbagi

memiliki 4 kegiatan pokok, yaitu kelas berbagi, PAUD Mustika, Perpustakaan Senyum Ceria, dan Gerakan Kepedulian. Semua anak berasal dari Bogor yang berusia 4 tahun sampai sekitar 16 tahun. Kegiatan dilakukan Senin—Jumat untuk yang PAUD dan Sabtu— Minggu untuk kelas umum (kelas berbagi). Semua pengajar pun berasal dari v olunteers, kecuali untuk PAUD, semua guru memiliki latar belakang pendidikan. Di kelas berbagi, terdapat kegiatan yang dinamakan Berani Berbagi. Artinya, v olunteer yang memiliki bakat, kemampuan, atau minat di suatu bidang, harus di share ke anak-anak. “Jadi, kelas ini memang tidak based on curri culum . Karena kalau based on curri culum , i m pact-nya kurang terasa untuk anak-anak. Ada beberapa anakanak yang Senin—Jumat memang sekolah formal, dan mereka sudah jenuhlah ketemu sama pelajaran, seperti matematika dan bahasa lagi,” ujar Ricki.

Sekolah Lingkungan

Ada yang unik dengan komunitas ini. Berbeda dengan komunitas berbasis pendidikan lainnya, materi yang diajarkan oleh komunitas ini kepada anak-anak didiknya ialah bertemakan tentang lingkungan dan sanitasi. Mulai dari cara mendaur ulang sampah, menanam tanaman, sampai merawat tananan. Apa alasannya, ya? “Karena lingkungan asli mereka sudah sangat kotor dan mereka setiap hari hidup di lingkungan kumuh. Jadi, saya tanamkan bekal lingkungan sehat ke mereka. Tujuannya semoga lingkungan mereka yang tadinya kotor menjadi bersih,” jelas Ricki. Ada tiga lokasi kelas berbagi ini, yaitu Kampung Bedeng, Kampung Muara, dan Ciawi. Kegiatan ini rutin dilakukan dari Sabtu—Minggu. Untuk waktunya, Sabtu setelah salat Z uhur sampai pukul 16: 30 dan Minggu dari pagi sampai jam 12 siang. Sampai saat ini, jumlah anakanak yang tergabung dalam kelas ini ialah 130 orang. Kegiatan rutin yang dilakukan pun beragam, dari mulai buka puasa bersama saat Ramadan hingga hari Kartini kemarin diadakanlah f ashi on show untuk seluruh anak. Ricki berharap setiap kegiatan yang diadakan tidak membebani anak-anak dari segi f nansial. ³Semoga mereka mendapat pendidikan yang layak dan lingkungan yang sehat,” ucapnya.

Fasilitas Lengkap

Meskipun merupakan kegiatan yang bersifat sosial acara ini di dukung oleh orang tua siswa yang loyal loh. buktinya cukup banyak sumbangan sumbangan yang di berikan untuk kegiatan ini. Diantara berupa uang, barang, bahkan genset perkins. Salah satu orang tua yang menyumbang genset perkins mengatakan, genset perkins ini digunakan bila tiba tiba saat sedang ada kegiatan terjadi mati listrik



Komunitas Taman Hijau Ceria

Ajari Anak Tentang Lingkungan Sejak Dini

Bermula dari kesenjangan waktu yang dimilikinya usai menamatkan kuliahnya, ia pun lantas berniat untuk mencari kegiatan lain. Kemudian, ia mengamati sekitaran kampus. Lalu, terlihatlah sebuah fenomena menyedihkan. Banyak anak kecil yang mengemis di halaman kampus. Hal ini sungguh miris bagi batin Ricki, penggagas Taman Hijau Ceria. Tak tinggal diam, ia lantas memutar otak. “Bagaimana caranya berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk mereka,” ungkapnya dalam hati pada saat itu. Menurutnya, bukan waktunya mereka untuk bekerja. Terlihat dari guratan wajah mereka, tercermin kelelahan namun tetap tulus membantu orang tuanya mencari nafkah. Maka tercetuslah ide Ricki dan kedua temannya untuk membuat sebuah komunitas yang dapat digunakan sebagai wadah untuk menampung mereka. “Niatnya sih bisa memberikan dampak positif untuk mereka,” ujar Ricki. Taman Hijau Ceria, begitulah sebutan komunitas buatan mahasiswa Institut Pertanian Bogor ini.

Komunitas Berbasis Pendidikan

Pemerataan pendidikan, moral dan kehidupan sosial masyarakat, masih ditemukan pekerja anak, dan anak Indonesia butuh keceriaan. Itulah 4 pilar yang melatarbelakangi terbentuknya Komunitas Taman Hijau Ceria. “Komunitas ini basi c-nya memang pendidikan sebab seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan merupakan hal penting dalam hidup seseorang. Ditambah lagi, bisa dilihat bahwa pendidikan di Indonesia belum rata ke semua lapisan masyarakat,” ujar Ricki saat ditemui di sela-sela kesibukannya. Taman Hijau Ceria merupakan komunitas yang bermarkas di Bogor. Komunitas ini bergerak di bidang sosial, khususnya pendidikan untuk anak-anak Indonesia yang kurang mampu yang dilakukan dalam bentuk sanggar belajar, kegiatan sosial, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pada awal mula terbentuk, komunitas ini masih terdiri dari 3 orang. Mereka lantas memulainya dari bawah. Ketiganya terjun langsung untuk sosialisasi ke masyarakat dengan cara mendatangi langsung orang tua yang bekerja di jalanan atau berprofesi sebagai pengemis. “Kita bertanya langsung ke mereka apakah mereka memiliki anak. Apabila ada, kita tawarkan apakah berminat atau tidak kalau anaknya mengikuti program dari Taman Hijau Ceria,” tutur Ricki. Ia menambahkan, awalnya hanya 5 anak saja yang ikut.

Namun, seiring berjalannya waktu, makin banyak anak yang bergabung. Ricki menambahkan, “Mungkin kesan pertamanya bagus, jadi kelima anak itu ajak temanteman yang lain.” Ricki berkisah, setahun berjalan, banyak anak-anak kampus lain yang bergabung dan berminat jadi v olunteer. “Karena aktivitas kita terbuka di taman, jadi banyak yang lihat kegiatan kita,” ujarnya. Sampai saat ini, hampir semua kampus di Bogor memiliki satu perwakilan v olunteer. Pria 24 tahun ini menambahkan, saat ini THC memiliki basecam p baru berbentuk rumah. “Awalnya, mau ngontrak sebuah rumah, tapi ternyata ada seseorang yang berniat baik untuk memberikan hak guna pakai bangunan dan lahannya beliau,” tuturnya. Komunitas THC saat ini memiliki jumlah v olunteer yang aktif sekitar 40 orang yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan karyawan. “Tapi yang namanya v olunteer kan kita gak bisa paksa untuk datang. Kalau secara data ada 8 0—8 5 v olunteer,” kata Ricki.

Lanjut ke Bagian 2

Atlit Balap GP 2 Indonesia

Sejak masih berkiprah di Formula 3 Eropa, Sean Gelael memang selalu menyukai balapan di sirkuit Monte Carlo, Monako. Dalam 2 tahun sebelumnya, pembalap Pertamina Prema Theodore Racing itu sealu berhasil menyelesaikan lomba di papan tengah. Ia masih beradaptasi untuk bisa masuk ke zona point atau 10 besar. Ini karena tidak bisa sembarangan untuk bisa mengambil alih posisi lawan di sirkuit jalan raya paling bersejarah itu. Jika salah ambil titik pengereman maka akan menabrak dinding pembatas. Itu dipelajari benar oleh Sean. Saat F2 Monako (25-26/5) Ia memulai lomba dari grid ke-12 dan langsung masuk posisi 7 pada beberapa lap pembuka dan mempertahankan posisi tersebut saat jarak antar pembalap mulai merenggang.

Tinggal masalah strategi penggantian ban agar posisinya tidak tertinggal jauh. Ditambah, banyak insiden yang terjadi sepanjang balapan dan juga menimpa para pembalap di barisan depan. Salah satunya yang menimpa Alexander Albon (DAMS Racing) di lap ke-16. Berniat masuk pit untuk mengganti ban, Albon ditabrak dari belakang oleh rekan setim Sean, Nick de Vries dan membuat Albon menghentikan balapan saat itu juga. Posisi Sean pun naik cepat ke posisi 5 saatlap ke-30. Ia makin gaspol dan membuka jarak dengan pembalap di belakangnya. “Ban sudah saya ganti lebih awal dan pembalap di depan saya belum mengganti ban. Itu bisa jadi peluang saat mereka masukpitdan menggunakan ban baru yang belum terlalu panas,”Sean memperhitungkan. Benar saja, putra Ricardo Gelael ini langsung naik ke peringkat 2 di penghujung balapan hingga selesai. Podium kedua ini menjadi podium pertamanya untuk musim ini setelah terakhir kali ia raih saat di GP2 Azerbaijan 2016. “Mereka bilang di Monako itu tidak bisa mendahului, namun saya bisa fnish di posisi kedua setelah start dari posisi 12. Kondisi mobil dan suhu aspal sangat mendukung, sehingga saya bisa melesat jauh ke barisan depan. Podium ini menjadi sangat berharga karena saya mendapatkannya di sirkuit bersejarah,”tutur Sean

BERINGASNYA GRUP TERDEPAN

Karena meraih podium kedua, Sean memulai balapan kedua dari grid ke-7 untuk balapan kedua. Ia langsung merasakan beringasnya persaingan pembalap di barisan terdepan saat balapan di Monako. Start sudah bagus dan ia langsung merangsek ke posisi 5 Pembalap yang memburunya di belakang membuatnya agak kehilangan konsentrasi. “Sampai akhirnya saya kehilangan kesempatan untuk menginjak gas di titik yang seharusnya dan mobil agak susah dikendalikan,”tuturnya. “Mobil langsung naikkerb dan terbang cukup tinggi hingga menabrak pembatas. Saya meminta maaf untuk tim karena tidak berhasil mengulang keberhasilan di race pertama. Saya akan coba lagi di ronde berikutnya,”lirih Sean yang juga hobi basket. Meski demikian, peringkat Sean langsung meningkat ke peringkat 9 klasemen sementara dengan torehan 29 point. Semoga podium lagi brodi Perancis!

World Supersport 300 Putaran 4, Inggris

WAJIB PERTAHANKAN RITME BALAP

Sejak diberlakukannya regulasi bobot minimal pada motor- motor di ajang World Supersport 300 (WSSP300), persaingan antar merek terasa lebih seimbang. Pembalap Yamaha dengan kapasitas mesin paling rendah, yaitu 300 cc di Yamaha YZF-R3 pun bisa bersaing di 5 besar. Misalnya pembalap Indonesia, Galang Hendra Pratama (Biblion Yamaha MotoXRacing) yang mulai konsisten di 10 besar dalam 2 ronde terakhir. Saat balapan di sirkuit Donington Park, Inggris (27/5), Galang berhasil meraih posisi 9. Ia menjadi pembalap Yamaha yang fnish paling depan. “Agak sedikit kecewa sih karena saya memiliki masalah elektronik, tapi motor saya sangat kuat dan jauh lebih baik daripada balapan di Imola (Italia) lalu,” ujar Galang.

Karakter sirkuit Donington Park yang cenderung oval dengan high speed corner dan trek lurus membuat motor 300 cc tetap kewalahan dengan Kawasaki Ninja 400 cc dan KTM RC390. Torsi kedua motor itu lebih besar saat keluar tikungan dan trek lurus, sehingga bobot pun tidak punya andil besar. Tapi bukan hasil podium yang menjadi fokus utama Galang saat ini. Sebab jika regulasinya berkutat di masalah bobot, belum ke sampai sektor mesin dan elektronik maka akan sulit bagi pembalap asal Yogyakarta itu meraih podium Ia bisa bermain di bLu Cru Challenge, yaitu tantangan yang diberikan pada pembalap pabrikan Yamaha Eropa, salah satunya Galang. “Kalau saya bisa tetap di peringkat atas klasemen bLu Cru Challenge ini saya bisa naik ke World Supersport 600 tahun depan. Mungkin itu yang bisa jadi fokus saya kalau memang susah podium tahun ini,” kata Galang kepada OTOMOTIF. Selepas dari Inggris, pembalap berkulit sawo matang itu berada di peringkat 12 klasemen sementara dan menjadi pembalap Yamaha paling atas di klasemen. Jika tetap fnish di 5 atau 10 besar saja, bisa jadi peringkatnya makin meningkat dan peluang untuk menang bLu Cru Challenge terbuka lebar.