Game Retro Kembali Merajalela Bagian 2

Crowdfunding

Dalam dua tahun terakhir, kemajuan teknologi dalam industri game justru membuat konsumennya tidak melulu ingin menikmati game dengan tampilan visual yang “wah” dan konsep permainan yang kompleks. Kenyataannya, jumlah orang yang menyukai game dengan konsep sederhana semakin banyak. Fenomena ini terjadi karena sudah terlalu banyak game yang beredar menyediakan grafis yang mumpuni, tetapi memiliki gameplay yang mirip antara satu dengan yang lainnya.

Tren yang monoton ini mendorong orang untuk mencari sebuah permainan dengan ide yang baru, dan disinilah tren retrogaming kembali mencuat. Tren ini juga didukung oleh motivasi dari dalam diri para developer indie bahwa sudah saatnya mereka menciptakan sebuah karya yang dapat dinikmati oleh banyak orang tanpa harus menyediakan feature yang kompleks.

Ditambah lagi, munculnya situs penggalangan dana seperti Kickstarter dan Indiegogo membuat mereka semakin bersemangat dalam mengembangkan game. Mengapa? Melalui situs ini, mereka dapat menggalang dana yang diperlukan untuk menutupi biaya pengembangan game. Hilangnya masalah finansial secara langsung membuat developer mencari lebih jauh berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan demi menyempurnakan proyek mereka. Contohnya, dalam satu proyek game, pihak pengembang telah memberikan jumlah biaya yang diperlukan untuk merampungkannya. Jika dana yang terkumpul melebihi target, mereka akan menawarkan beberapa target tambahan yang dapat menarik jumlah donatur lebih banyak.

Target tambahan ini bisa berupa penambahan konten dan feature. Selain itu, disediakan beberapa hadiah yang akan didapatkan beberapa donatur ketika menyumbangkan dana dalam jumlah tertentu. Beberapa proyek yang ditawarkan mendapatkan reaksi positif dari para pengguna layanan ini. Dari sinilah mulai hilang pendapat bahwa game berkualitas harus dikembangkan dengan teknologi dan sumber daya yang memakan biaya besar.

Motif non-profit

Sebenarnya, tujuan orang­orang membuat game retro ini tidak semata­mata untuk mendapatkan keuntungan. Sebagian dari mereka juga ada yang membuat ulang game­game klasik atau menciptakan permainan yang terinspirasi dari game­game itu (fanmade). Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada para kreator game masa lalu yang berhasil menghadirkan sebuah permainan yang sangat menarik, meskipun dihadang oleh berbagai keterbatasan yang ada, termasuk teknologi.