LADI Terus Pantau Atlet Indonesia agar Bebas Doping

http://109.199.119.180/ JAKARTA — Lembaga AntiDoping Indonesia (LADI) berjanji akan terus memantau atlet Indonesia agar bebas dari doping saat Asian Games 2018. Selain mencegah, LADI berupaya mengenalkan berbagai jenis doping agar atlet bisa terhindar. “Pertama, kami datang ke lokasi pemusatan latihan, ketemu dengan atlet dan berbicara secara informal. Soalnya itu lebih efektif. Kedua, dengan menerbitkan buku AntiDoping 2018. Buku itu telah didistribusikan,” ujar Ketua LADI, Zaini Kadhafi Saragih, dalam diskusi di Jakarta Selatan, Jumat lalu. Zaini mengatakan pengetahuan atlet mengenai berbagai jenis zat yang dilarang masih sangat kurang. Karena itu, yang kerap terjadi adalah para atlet secara tak sengaja mengkonsumsi tanpa pengetahuan apa pun. “Misal ketika sang atlet flu.

Dia latihan di daerah, tak ada dokter dari KONI, dia ke warung beli obat. Padahal, dalam obat itu ada bahan terlarang. Itu tak sengaja. Hal itulah yang kami cegah,” kata Zaini. LADI pun telah bergerak sejak dua bulan lalu untuk mendatangi atlet di 40 cabang olahraga. Di sana mereka juga melakukan random sampling pemeriksaan doping kepada atlet. Hal ini dinilai penting agar tak ada zat yang masih tersisa dari atlet saat pertandingan nanti. Apalagi pada saat hari pertandingan nanti, LADI tak banyak terlibat dalam pemeriksaan atlet. Zaini mengatakan, sejak 10 Agustus hingga 2 September, World Anti-Doping Agency (WADA) menyerahkan urusan tes doping kepada Komite Olimpiade Asia (OCA). LADI hanya akan berperan membantu saat pengambilan sampel. Tak hanya pada atlet, LADI menekankan pentingnya kesadaran antidoping ini kepada pelatih dan pengurus cabang olahraga.

Jika memang ada atlet yang sakit dan harus mengkonsumsi obat yang mengandung zat terlarang, pengurus cabang diharapkan segera membuat surat izin kepada OCA. “Dari OCA akan dikeluarkan pass-nya. Itu diberikan izin untuk meminum obat itu, meski obatnya tergolong doping. Jadi, kami mengajarkan ke pengurus dan cabang untuk tahu mekanisme itu. Agar kalau atletnya butuh, hal itu dijalankan,” kata Zaini. Beberapa cabang yang umumnya terkena kasus doping pun, menurut Zaini, telah berkembang. Dulu umumnya hanya olahraga kekuatan yang biasa terkena doping, seperti angkat besi. Namun saat ini, dengan berkembangnya sport science, doping bisa terjadi di cabang-cabang lain, dari panahan hingga pencak silat. Berdasarkan random sampling yang telah dilakukan, Zaini memastikan atlet Indonesia masih aman dari doping. Pemeriksaan masih berlanjut sampai kampung atlet Asian games dibuka. Asian Games 2018 tinggal dua pekan lagi. Turnamen multi-event empat tahunan itu akan mempertandingkan 40 cabang olahraga dengan rincian 465 nomor pertandingan. Sebanyak 45 negara dipastikan akan ikut berpartisipasi dalam turnamen ini.