Menu Risoles dalam Catering Nasi Box Jakarta

Proses Produksi

Menu Risoles dalam Catering Nasi Box Jakarta – Tak sulit membuat risoles beku. Malah lebih praktis karena tak perlu digoreng. “Namun untuk isinya semuanya sudah matang. Jadi proses menggoreng sebenarnya hanya untuk membuat lapisan luarnya renyah saja,” terangnya. Cara kerjanya seperti pembuatan risoles pada umumnya. Kulit risoles yang sudah jadi, diisi, dilipat dan disimpan dalam lemari es.

Setelah dingin, risoles dilapisi tepung roti, dikemas, lalu dibekukan. “Produk ini bisa bertahan di dalam freezer hingga tiga bulan,” ungkapnya. Proses produksi ini tidak dilakukan Nisa sendirian. Ia merangkul ibu-ibu di sekitar rumahnya untuk membuat risoles di ruang produksi yang terletak di belakang rumahnya. Saat ini, ada 3 tenaga kerja yang memproduksi risoles. Masing-masing bisa membuat 700 – 1.000 buah risoles setiap hari.

Nama Risollaku sendiri bukan tanpa makna. “Pertama, bermakna ‘risoles buatan aku’. Juga tersimpan harapan risoles ini laku,” selorohnya. Awalnya risoles buatan Nisa hanya punya beberapa rasa yaitu rasa keju mayones, ayam, dan smoked beef. Sekarang ia juga menambahkan rasa pedas, sapi, beef corn, ragout, ikan tuna, dan keju. Harga satu pak risoles ini berkisar antara Rp 20 ribu-Rp 23 ribu, tergantung jenisnya. Satu pak berisi 10 buah risoles beku.

Awalnya Bekal Anak

Memiliki reseller banyak tentu tidak datang tiba-tiba. Seperti para pengusaha lainnya, Nisa juga merangkak dari bawah. Awalnya ia memperkenalkan karyanya lewat anak anaknya yang sudah cukup besar, Salman Abdurrahman (12), Nailah Aulia Fathinah (10), dan Sarah Aqilah Hasna (6). Mereka dibawakan risoles buatan sang ibu. Perlahan, teman-teman di sekolah, termasuk para guru pun ikut mencicipi gurihnya risoles buatan Nisa.

Sebagian pesanan pun mulai bermunculan. “Dari situlah saya berpikir jika risoles ini sebenarnya memang memiliki pasar,” cetusnya. Selain melayani pesanan di sekolah, Nisa pun mulai keluar untuk mencari pasar yang lebih luas. Caranya dengan berjualan langsung di keramaian dengan membuka lapak di pinggir jalan. Sayang, rencana itu tak semulus bayangannya. “Terkadang banyak juga risoles yang tak habis terjual,” sesalnya.

Risoles yang sudah telanjur digoreng matang ini lalu disimpannya dalam freezer kulkas di rumahnya. Seminggu kemudian, ia baru ingat jika menyimpan. Saat dicicipi, ternyata rasanya masih enak. “Nah, dari situlah saya terinspirasi untuk menjual risoles edisi beku,” cetusnya. Tahun 2014 ini, Nisa ingin menambah jumlah varian risolesnya, lalu memperluas pemasaran dengan memberikan kesempatan bagi para reseller untuk bekerjasama memanfaatkan freezer di rumah. Apalagi ia juga berencana mengeluarkan risoles edisi premium yang tentunya memiliki rasa lebih mantap. Nah, Anda tertarik untuk mencicipi gurihnya bisnis ini. Ayo manfaatkan freezer di rumah untuk berjualan risoles beku, Risollaku.