Penghematan Negara dengan diberlakukannya GPN pada ATM Terbaru

Deputi Direktur Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Bank Indonesia, Aloysius Donanto, mengatakan sejak akhir tahun lalu pertumbuhan transaksi debit domestik melalui GPN meningkat rata-rata 107,8 persen setiap bulannya. Menurut dia, sejak GPN beroperasi, penghematan transaksi sudah dirasakan. Khususnya dari sisi pengurangan biaya merchant discount rate (MDR) untuk transaksi on us yang kini sebesar 0,15 persen dan o? us 1 persen, dari sebelumnya 2-3,5 persen. Saat ini, kata Aloysius, proporsi transaksi 5 persen o? us dan on us 95 persen, “Dari total transaksi harian debit domestik 17 juta transaksi atau Rp 17 triliun,” kata dia di kantornya, kemarin.

Transaksi off us merupakan transaksi pembayaran di mana pihak penerbit kartu (issuer) dan penyedia instrumen pembayaran EDC/ATM (acquirer) bukan berasal dari bank yang sama. Sebaliknya, on us adalah transaksi di mana keduanya berasal dari bank yang sama. Donanto mencontohkan, untuk transaksi o? us, efisiensi atau penghematan transaksi yang dihasilkan mencapai Rp 17,7 miliar per hari. Sebelumnya, ketika transaksi diproses di luar biayanya Rp 25 miliar per hari. “Sekarang menjadi Rp 7,23 miliar per hari,” katanya. Dia melanjutkan, mulai Oktober 2017 hingga Juni 2018, total transaksi debit yang telah melalui GPN mencapai Rp 11,58 triliun. Bank Indonesia mencatat, saat ini sebanyak 60 bank telah aktif melakukan transaksi menggunakan kartu debit GPN. “Jumlah transaksinya naik terus.