Perusahaan Asing Siapkan Infrastruktur

JAKARTA — Bank Indonesia menyatakan seluruh perusahaan penyelenggara sistem pembayaran global yang beroperasi di Indonesia telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan lembaga pemroses data (switching) Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). “Empat prinsipal global sudah melakukan MoU dengan masingmasing dua lembaga switching lokal. Kami memfasilitasi mereka dengan catatan harus melakukan perbaikan dan penyesuaian sesuai dengan ketentuan,” kata Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia, Pungky P. Wibowo, di kantornya, kemarin. Keempat perusahaan global tersebut adalah Visa, Mastercard, JCB, dan Union Pay. Sedangkan empat lembaga switching lokal yang telah berlisensi GPN adalah Artajasa (ATM Bersama), Rintis Sejahtera (ATM Prima), PT Daya Network Lestari (ATM Alto), dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN). Pungky mengatakan prinsipal global juga memiliki kapasitas dan kemampuan yang sama untuk memproses transaksi secara domestik.

“Mereka sudah punya alatnya, apakah mereka harus berinvestasi supaya sama, itu tuntutan kompetisi,” ucapnya. Dia menegaskan, bank sentral menyambut dan membuka peluang seluasnya kepada mereka untuk bergabung dan berkontribusi di dalam GPN. “Kami yakin GPN kemampuannya akan sama dengan prinsipal global, tapi kami tidak ingin mematikan bisnis mereka. Perusahaan global bisa menjadi lembaga supporting services atau membantu pemrosesan transaksi,” katanya. Direktur Mastercard Indonesia, Tommy Singgih, membenarkan hal tersebut. Menurut dia, sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, penyelenggara switching non-GPN dapat membangun koneksi dengan maksimal dua lembaga switching GPN. “Mastercard akan menerima transaksi dari penyelenggara switching GPN untuk kami proses, untuk melayani pengguna kartu debit/ATM berlogo Mastercard,” ucapnya. Tommy menambahkan, Mastercard menanamkan investasi untuk membangun infrastruktur yang kompatibel dengan sistem GPN. “Investasi ini adalah satu bukti keseriusan kami mendukung pengembangan industri pembayaran elektronik di Indonesia, dengan teknologi terkini,” ujarnya. Dia meyakinkan konsumen bahwa Mastercard tetap dapat memberikan nilai tambah pada pemrosesan transaksi, di antaranya berkaitan dengan risiko dan pengamanan transaksi. “Nilai tambah ini penting untuk memastikan transaksi pembayaran yang dilakukan aman dan terlindungi.” Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman, mengatakan telah bekerja sama dengan mitra lokal dan regulator. “Agar kami dapat terus memberikan nilai tambah dengan menyediakan pembayaran elektronik yang cepat, aman, dan dapat diandalkan untuk klien dan konsumen kami,” ujarnya. GPN kini sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh konsumen. Sebelumnya, ketika konsumen bertransaksi di sebuah merchant atau gerai mitra transaksi, tidak semua kartu dapat diproses oleh semua mesin Penghematan Mulai Terasa electronic data capture (EDC). Walhasil, merchant harus menyediakan EDC dalam jumlah yang banyak. Setelah ada GPN, transaksi menjadi lebih efisien dengan adanya interkoneksi dan interoperabilitas, karena seluruh EDC kini dapat memproses seluruh kartu.