Spesifikasi All New Avanza Facelift

Spesifikasi All New Avanza Facelift – Tak dapat dipungkiri bahwa kesuksesan produk kolaborasi Toyota-Daihatsu di 2003 mampu membuat Avanza menggeser kesuksesan Toyota Kijang di era 90-an. Tak ayal, kondisi tersebut menjadikan Avanza sebagai mobil sejuta umat di Indonesia. Bila pada edisi lalu, kami telah merasakan sensasi dari mesin 1.495 cc teknologi Dual VVT-i, kini Grand New Avanza 1.3 bertransmisi otomatis menjadi unit tes kami selanjutnya. Penambahan kapasitas mesin sebanyak 28 cc dari pendahulunya membuat tenaga yang dihasilkan pun turut melonjak menjadi 96,5 dk. Hal ini jelas memberi dampak positif terhadap impresi berkendara. Meski transmisi otomatisnya tetap mengandalkan 4 percepatan dengan rasio gir serupa, tapi respon yang dihasilkan terasa lebih bertenaga. Apalagi torsi maksimal 121 Nm mampu diraih pada 4.200 rpm. Lebih rendah 200 rpm berkat teknologi Dual VVT-i. Berbeda dengan unit tes kami sebelumnya, Avanza 1.3 G A/T cukup berusaha keras saat diajak menanjak ke daerah Bandungan, Semarang. Pengemudi per lu ‘pintar’ dalam memainkan momentum agar kecepatan tidak menurun drastis saat menemukan jalan menanjak yang panjang. Pemindahan posisi tuas ke 2 dan L pun diperlukan agar pengemudi dapat menjaga putaran mesin tetap berada di kisaran 4.000 rpm.

Penerapan throttle by wire pada Avanza terbaru cukup memberi kontribusi terhadap e siensi bahan bakar. Namun untuk kondisi spontan seperti di jalan menanjak, kami dapat merasakan jeda respons mesin dengan injakan pedal gas. Kondisi ini kian terasa pada pilihan transmisi manual. Pada interior pun, Toyo ta memberikan nuansa berbeda dengan Avanza Veloz. Nuansa beige men jadi pembeda Avanza de ngan Veloz. Begitu pun de ngan head unityang kini tak mengadopsi layar sentuh. Pada lingkar kemu di, tombol audio pun ditanggalkan. Lalu Multi Information Display dibuat le bih sederhanda dengan ti dak memiliki pilihan info kon sumsi BBM seperti di Veloz. Tapi indikator Eco tetap menjadi kelengkapan standar. Sisi safety pun tetap menjadi perhatian di seluruh lini Avanza. Dual airbags, rem cakram berventilasi di roda depan dan dilengkapi teknologi ABS side impact beam, headrest dan seatbelt 3-point untuk seluruh penumpang hingga Immobilizer. Bahkan setelah mesin dimatikan dengan selang 30 detik, pengemudi tetap dapat menutup kaca via electric power window. Sedangkan di bagian luar, ciri Avanza 1.3 dapat terpantau dari diameter pelek yang hanya 14 inci.

Dipadu ban berukuran 185/70 R14, dinding ban yang lebih tebal dari Veloz membuat bantingan terasa kian lembut, meski konsekuensinya, pengendaliannya tidak sebaik Veloz. Penerapan antena model tarik di pilar A pada Grand New Avanza memang terlihat kuno, tapi dari hasil tes, model inilah yang memiliki daya tangkap sinyal radio paling baik. Hal ini jelas tetap diperlukan bagi konsumen di daerah yang lebih menyukai hiburan via radio lokal. Desain gril dengan bilah horizontal membuat kondensor AC di bagian depan begitu terekspos. Hal ini sedikit menggangu terutama bagi pengendara yang kerap melewati jalan bebas hambatan. Kerikil jalan akan lebih mudah menggangu kinerja proses pelepasan panas di mesin. Kembali ke pertanyaan di atas, inilah bentuk baru mobil sejuta umat. Harga kendaraan telah meningkat 2x lipat sejak pertama kali diluncurkan, tapi tetap diimbangi dengan peningkatan rasa berkendara yang juga lebih baik