Sriwijaya FC Harus Bayar Denda Rp 150 Juta

PALEMBANG— Klub Sriwijaya FC harus membayar denda sebesar Rp 150 juta kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Hukuman itu diberikan akibat aksi perusakan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring oleh sejumlah suporter Sriwijaya saat menjamu Arema FC, 21 Juli lalu. Faisal Mursyid, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri—selaku pengelola klub Sriwijaya F C — m e n g a t a k a n pihaknya telah menerima salinan surat yang ditandatangani oleh Ketua Komite Disiplin PSSI. Selain denda, Sriwijaya FC harus menutup dua tribun suporter dalam lima laga kandang dalam lanjutan Liga 1. Selama ini, untuk laga kandang, Sriwijaya menggunakan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring atau Stadion Bumi Sriwijaya. Surat yang berisi sanksi tersebut, menurut Faisal, juga menekankan bahwa denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Sriwijaya FC. Dan pengulangan terhadap pelanggaran terkait akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat. “Kami masih mempelajari keputusan Komdis itu,” kata Faisal, Sabtu lalu. Surat dengan nomor 110/L1/SK/KD-PSSI/ VIII/2018 menyatakan Komite telah menggelar sidang, yang dihadiri oleh Ketua Asep Edwin IKLAN Firdaus, Wakil Ketua Umar Husin, dan anggota Dwi Irianto, Eko Hendro, serta Yusuf Bachtiar. Sidang menyebutkan fakta lain bahwa suporter Sriwijaya tidak hanya merusak bangku, tapi juga terbukti melempar botol ke dalam lapangan, juga menyalakan petasan. Ketua kelompok suporter Sriwijaya Mania, Eddy Ismail, sangat menyesalkan peristiwa yang dilakukan oleh anggotanya.

Akibat perbuatan itu, dia tidak menampik bila secara sosial anggotanya telah mendapat hukuman dari masyarakat banyak. Menurut dia, Sriwijaya Mania akan menjalani hukuman sosial dengan membersihkan stadion setiap selesai pertandingan di Gelora Sriwijaya Jakabaring, khususnya di tribun selatan. “Ini adalah rasa penyesalan kami yang terjadi di rumah sendiri,” ujar dia. Adapun kursi stadion utama Gelora Sriwijaya Jakabaring sudah diperbaiki oleh anggota TNI Angkatan Darat. Setidaknya 335 kursi di tribun penonton itu rusak oleh suporter ketika berlangsungnya pertandingan Sriwijaya FC versus Arema FC. Sementara itu, polisi telah menetapkan 12 orang Pemain PSM Makassar, M. Rahmat (kanan), dibayangi pemain Perseru Serui, Habel Boaz Inzaghi Isir, dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin. sebagai tersangka atas perusakan tersebut. Kepala Kepolisian Resor Kota Palembang, Komisaris Besar Wahyu Bintono Hari Bawono, mengatakan penyidik telah menahan tersangka dan menggelar proses hukum berikutnya sampai proses persidangan. “Tersangka resmi ditahan di Polresta Palembang.”