World Supersport 300 Putaran 4, Inggris

WAJIB PERTAHANKAN RITME BALAP

Sejak diberlakukannya regulasi bobot minimal pada motor- motor di ajang World Supersport 300 (WSSP300), persaingan antar merek terasa lebih seimbang. Pembalap Yamaha dengan kapasitas mesin paling rendah, yaitu 300 cc di Yamaha YZF-R3 pun bisa bersaing di 5 besar. Misalnya pembalap Indonesia, Galang Hendra Pratama (Biblion Yamaha MotoXRacing) yang mulai konsisten di 10 besar dalam 2 ronde terakhir. Saat balapan di sirkuit Donington Park, Inggris (27/5), Galang berhasil meraih posisi 9. Ia menjadi pembalap Yamaha yang fnish paling depan. “Agak sedikit kecewa sih karena saya memiliki masalah elektronik, tapi motor saya sangat kuat dan jauh lebih baik daripada balapan di Imola (Italia) lalu,” ujar Galang.

Karakter sirkuit Donington Park yang cenderung oval dengan high speed corner dan trek lurus membuat motor 300 cc tetap kewalahan dengan Kawasaki Ninja 400 cc dan KTM RC390. Torsi kedua motor itu lebih besar saat keluar tikungan dan trek lurus, sehingga bobot pun tidak punya andil besar. Tapi bukan hasil podium yang menjadi fokus utama Galang saat ini. Sebab jika regulasinya berkutat di masalah bobot, belum ke sampai sektor mesin dan elektronik maka akan sulit bagi pembalap asal Yogyakarta itu meraih podium Ia bisa bermain di bLu Cru Challenge, yaitu tantangan yang diberikan pada pembalap pabrikan Yamaha Eropa, salah satunya Galang. “Kalau saya bisa tetap di peringkat atas klasemen bLu Cru Challenge ini saya bisa naik ke World Supersport 600 tahun depan. Mungkin itu yang bisa jadi fokus saya kalau memang susah podium tahun ini,” kata Galang kepada OTOMOTIF. Selepas dari Inggris, pembalap berkulit sawo matang itu berada di peringkat 12 klasemen sementara dan menjadi pembalap Yamaha paling atas di klasemen. Jika tetap fnish di 5 atau 10 besar saja, bisa jadi peringkatnya makin meningkat dan peluang untuk menang bLu Cru Challenge terbuka lebar.